The Greatest Showman merupakan film yang diangkat dari kisah nyata perjalanan salah satu sejarah pendiri sirkus di Amerika, yakni Phineas Taylor Barnum (P.T Barnum). Ia meninggal pada tahun 1891, Washington Post menggambarkannya sebagai orang Amerika yang paling dikenal yang pernah ada.
Personanya yang melegenda, sebelum film The Greatest Showman setidaknya pernah ada beberapa film yang menceritakan dirinya, seperti The Mighty Barnum (1934) yang diperankan Wallace Beery, Kemudian juga dalam film Jules Verne's Rocket to the Moon (1967), dan Serial Tv dengan judul yang sama dengan namanya, Barnum (1986). Kini, The Greatest Showman (2017) menjadi film terbaru yang menceritakan personanya dalam genre drama-musikal.
Film arahan sutradara Michael Gracey ini diperankan oleh artis-artis ternama, seperti Hugh Jackman ( P.T. Barnum), Michelle Williams, Zac Efron, Rebecca Ferguson, dan Zendaya.
The Greatest Showman berlatar pada akhir 1800-an, di mana P.T Barnum (Hug Jackman) adalah orang yang bertahan hidup di jalanan yang kemudian membangun sebuah sirkus dengan mengangkat derajat orang-orang yang memiliki fisik yang 'aneh' untuk menjadi bagian dari sirkus pertunjukannya. Barnum juga seorang ayah dan suami yang penuh kasih sayang dengan berjuta mimpi untuk membahagiakan keluarganya.
Barnum Muda
Barnum muda (Ellis Rubin), adalah anak dari seorang penjahit untuk majikannya yang kasar, Hallets. Di sini ia kemudian akrab dengan putri Hallets, Charity (Skylar Dunn). Namun kedekatan dari keduanya terpisahkan karena Charity dikirim untuk sekolah. Namun, jarak tidak membuat keduanya putus berkomunikasi, keduanya kerap berkirim pesan lewat surat hingga dewasa.
Barnum muda (Ellis Rubin), adalah anak dari seorang penjahit untuk majikannya yang kasar, Hallets. Di sini ia kemudian akrab dengan putri Hallets, Charity (Skylar Dunn). Namun kedekatan dari keduanya terpisahkan karena Charity dikirim untuk sekolah. Namun, jarak tidak membuat keduanya putus berkomunikasi, keduanya kerap berkirim pesan lewat surat hingga dewasa.
Seiring jalannya waktu, Barnum Dewasa (Hug Jackman) membuat hidupnya sedikit berubah, ia bekerja sebagai akuntan disebuah perusahaan ekspedisi dan menikahi Charity dewasa (Michelle Williams). Meski hidup tidak bergelimang harta, keduanya selalu merasakan kebahagiaan hingga dikaruniai dua orang putri, Caroline (Austyn Johnson) dan Helen (Cameron Seely).
Menggapai Mimpi
Suatau hari, Barnum dipecat dari perusahaannya karena mengalami kerugian karena kapal-kapal ekspedisi perusahaan tenggelam karena badai. Saat mengemasi peralatan kantornya, ia membawa berkas kantor. Ia pun kemudian mampuu bangkit dengan berpura-pura memiliki kapal dan sertifikat dari kapal-kapal itu dijadikan jaminan untuk pinajaman ke Bank yang kemudian untuk membli museum yang berisi boneka dan eksotis yang eksotis tentang sejarah purba dan sejarah Amerika.
Suatau hari, Barnum dipecat dari perusahaannya karena mengalami kerugian karena kapal-kapal ekspedisi perusahaan tenggelam karena badai. Saat mengemasi peralatan kantornya, ia membawa berkas kantor. Ia pun kemudian mampuu bangkit dengan berpura-pura memiliki kapal dan sertifikat dari kapal-kapal itu dijadikan jaminan untuk pinajaman ke Bank yang kemudian untuk membli museum yang berisi boneka dan eksotis yang eksotis tentang sejarah purba dan sejarah Amerika.
Sayangnya bisnis museumnya tidak mengalami perkembangan, tidak ada pengunjung untuk menikmati semuanya. Ide perubahan justru datang dari kedua putrinya. Di mana, mereka menyarankan untuk membuat sesuatu yang fantastis dan "nyata" tidak sekadar menampilkan boneka-boneka. Kemudian, dari ide itulah, Barnum mulai merekrut orang-orang 'aneh', Ada orang kecil Tom Thumb, seorang wanita berjenggot, manusia berbulu seperti anjing, orang dengan tubuh yang sangat tinggi, orang yang supergemuk, seorang yang ahli dalam berakrobat, seniman trapeze dan orang-orang 'aneh' lainnya. Setelah semua berkumpul, Barnum pun berhasil membuat sebuah pertunjukan sirkus yang memukai para penonton.
Keberhasilannya membangun sirkus, Barnum akhirnya memenuhi mimpi yang pernah dijanjikan kepada istrinya semasa masih kecil. Ia mampu membelikan sebuah rumah megah untuk keluarganya dan salah satu putrinya yang ingin kursus balet juga terpenuhi.
Keterpurukan
Disebuah pesta, Barnum bertemu dengan seorang pria kelas dramawan, Philip Carlyle (Zac Efron), keduanya kemudian menjadi rekan untuk membangun sirkus P.T Barnum semakin terkenal. Bahkan Carlyle pun yang membawa tim sirkus P.T Barnum ke inggris untuk memenuhui undangan Ratu Inggris.
Disebuah pesta, Barnum bertemu dengan seorang pria kelas dramawan, Philip Carlyle (Zac Efron), keduanya kemudian menjadi rekan untuk membangun sirkus P.T Barnum semakin terkenal. Bahkan Carlyle pun yang membawa tim sirkus P.T Barnum ke inggris untuk memenuhui undangan Ratu Inggris.
Saat berada dipesta bersama tamu undangan Ratu Inggris, Barnum bertemu dengan penyanyi populer dari dataran Eropa, Jenny Lind (Rebecca Ferguson). Atas kepopuleran suara dan kecantikannya, Barnum pun melihat akan peluang bisnis yang menakjubkan. Akhirnya Lind pun dibawa ke Amerika untuk konser pertamanya dan menuai hits besar yang kemudian menjalani tour Amerikanya bersama Barnum.
Sayangnya, kedekatan kesuksesan antara Lind dan Barnum seketika menjadi bencana saat Barnum menolak ajakan Lind untuk merayakan kesuksesan tour mereka. Barnum memilih untuk pulang. Di sinilah bencana itu berurutan, sebelum Barnum pulang ke rumahnya, keduanya pun terpublis media masa saat Lind mencium Barnum di atas panggung, gedung sirkusnya pun dibakar oleh preman setempat yang tidak menyukai pendatang dan penampilan orang-orang 'aneh' yang dibawa Barnum.
Foto berciuman di media masa pun akhirnya terlihat oleh istri Barnum, ia merasa sakit hati dan memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya. Ditambah lagi, rumah mewahnya pun disita oleh Bank atas kebangkrutannya. Namun cerita tidak hanya sampai di sini. Apakah mereka akan membawa kembali keluarganya pada sebuah mimpi yang indah? Apakah Barmun dapat kembali membangun sirkusnya yang sudah runtuh? Semua akan dapat Anda temukan jawabannya. Film ini sungguh sangat sayang jika dilewatkan.
Membawa Kebahagiaan
Sesuai dengan judulnya, The Greatest Showman benar-benar menjadi film penuh aksi panggung. Bill Condon sebagai salah satu penulis naskah memang tidak dapat diragukan lagi, ia merupakan figur berpengalaman dalam bidang drama musikal dan pernah sukses merangkai narasi untuk film pemenang oskar Chicago (2002), kemudian adaptasi layar lebar Dreamgirls (2006), dan film live action fenomenal Beauty and the Beast (2017).
Kolaborasi Bill Condon dan Sang sutradara Michael Gracey pun mampu mebawa penonton terus dibawa pada sikap yang optimis. Keduanya mampu mengarahkan deretan adegan musikal dengan indah. Sinematografinya baik kemudian tata musiknya dramatis. Sehingga penonton akan dibawa hanyut dengan lantunan lagu-lagu yang menyentuh dan menyenangkan.
Dalam alur film ini, penonton tidak akan dibawa pada sebuah alur yang menyedihkan, semua berjalan dengan cepat dan menampilkan cerita-cerita yang membawa kebahagiaan dan optimisme. Keterpurukan Barmun yang penuh lika-liku tergambarkan hanya sekilas. Sehingga Anda akan terus dibawa pada sikap yang optimis untuk meraih kebahagiaan dan mimpi.
THE GREATEST SHOWMAN: PERJALANAN LEGENDA SIRKUS
Sopan Sopian | Review
Film The Greatest Showman merupakan film yang diangkat dari kisah nyata perjalanan salah satu sejarah pendiri sirkus di Amerika, yakni Phineas Taylor Barnum (P.T Barnum). Ia meninggal pada tahun 1891, Washington Post menggambarkannya sebagai orang Amerika yang paling dikenal yang pernah ada.

Personanya yang melegenda, sebelum film The Greatest Showman setidaknya pernah ada beberapa film yang menceritakan dirinya, seperti The Mighty Barnum (1934) yang diperankan Wallace Beery, Kemudian juga dalam film Jules Verne's Rocket to the Moon (1967), dan Serial Tv dengan judul yang sama dengan namanya, Barnum (1986). Kini, The Greatest Showman (2017) menjadi film terbaru yang menceritakan personanya dalam genre drama-musikal.
Film arahan sutradara Michael Gracey ini diperankan oleh artis-artis ternama, seperti Hugh Jackman ( P.T. Barnum), Michelle Williams, Zac Efron, Rebecca Ferguson, dan Zendaya.
Film The Greatest Showman berlatar pada akhir 1800-an, di mana P.T Barnum (Hug Jackman) adalah orang yang bertahan hidup di jalanan yang kemudian membangun sebuah sirkus dengan mengangkat derajat orang-orang yang memiliki fisik yang 'aneh' untuk menjadi bagian dari sirkus pertunjukannya. Barnum juga seorang ayah dan suami yang penuh kasih sayang dengan berjuta mimpi untuk membahagiakan keluarganya.
Barnum Muda
Barnum muda (Ellis Rubin), adalah anak dari seorang penjahit untuk majikannya yang kasar, Hallets. Di sini ia kemudian akrab dengan putri Hallets, Charity (Skylar Dunn). Namun kedekatan dari keduanya terpisahkan karena Charity dikirim untuk sekolah. Namun, jarak tidak membuat keduanya putus berkomunikasi, keduanya kerap berkirim pesan lewat surat hingga dewasa.
Barnum muda (Ellis Rubin), adalah anak dari seorang penjahit untuk majikannya yang kasar, Hallets. Di sini ia kemudian akrab dengan putri Hallets, Charity (Skylar Dunn). Namun kedekatan dari keduanya terpisahkan karena Charity dikirim untuk sekolah. Namun, jarak tidak membuat keduanya putus berkomunikasi, keduanya kerap berkirim pesan lewat surat hingga dewasa.
Seiring jalannya waktu, Barnum Dewasa (Hug Jackman) membuat hidupnya sedikit berubah, ia bekerja sebagai akuntan disebuah perusahaan ekspedisi dan menikahi Charity dewasa (Michelle Williams). Meski hidup tidak bergelimang harta, keduanya selalu merasakan kebahagiaan hingga dikaruniai dua orang putri, Caroline (Austyn Johnson) dan Helen (Cameron Seely).

Menggapai Mimpi
Suatau hari, Barnum dipecat dari perusahaannya karena mengalami kerugian karena kapal-kapal ekspedisi perusahaan tenggelam karena badai. Saat mengemasi peralatan kantornya, ia membawa berkas kantor. Ia pun kemudian mampuu bangkit dengan berpura-pura memiliki kapal dan sertifikat dari kapal-kapal itu dijadikan jaminan untuk pinajaman ke Bank yang kemudian untuk membli museum yang berisi boneka dan eksotis yang eksotis tentang sejarah purba dan sejarah Amerika.
Suatau hari, Barnum dipecat dari perusahaannya karena mengalami kerugian karena kapal-kapal ekspedisi perusahaan tenggelam karena badai. Saat mengemasi peralatan kantornya, ia membawa berkas kantor. Ia pun kemudian mampuu bangkit dengan berpura-pura memiliki kapal dan sertifikat dari kapal-kapal itu dijadikan jaminan untuk pinajaman ke Bank yang kemudian untuk membli museum yang berisi boneka dan eksotis yang eksotis tentang sejarah purba dan sejarah Amerika.
Sayangnya bisnis museumnya tidak mengalami perkembangan, tidak ada pengunjung untuk menikmati semuanya. Ide perubahan justru datang dari kedua putrinya. Di mana, mereka menyarankan untuk membuat sesuatu yang fantastis dan "nyata" tidak sekadar menampilkan boneka-boneka. Kemudian, dari ide itulah, Barnum mulai merekrut orang-orang 'aneh', Ada orang kecil Tom Thumb, seorang wanita berjenggot, manusia berbulu seperti anjing, orang dengan tubuh yang sangat tinggi, orang yang supergemuk, seorang yang ahli dalam berakrobat, seniman trapeze dan orang-orang 'aneh' lainnya. Setelah semua berkumpul, Barnum pun berhasil membuat sebuah pertunjukan sirkus yang memukai para penonton.
Keberhasilannya membangun sirkus, Barnum akhirnya memenuhi mimpi yang pernah dijanjikan kepada istrinya semasa masih kecil. Ia mampu membelikan sebuah rumah megah untuk keluarganya dan salah satu putrinya yang ingin kursus balet juga terpenuhi.

Keterpurukan
Disebuah pesta, Barnum bertemu dengan seorang pria kelas dramawan, Philip Carlyle (Zac Efron), keduanya kemudian menjadi rekan untuk membangun sirkus P.T Barnum semakin terkenal. Bahkan Carlyle pun yang membawa tim sirkus P.T Barnum ke inggris untuk memenuhui undangan Ratu Inggris.
Disebuah pesta, Barnum bertemu dengan seorang pria kelas dramawan, Philip Carlyle (Zac Efron), keduanya kemudian menjadi rekan untuk membangun sirkus P.T Barnum semakin terkenal. Bahkan Carlyle pun yang membawa tim sirkus P.T Barnum ke inggris untuk memenuhui undangan Ratu Inggris.
Saat berada dipesta bersama tamu undangan Ratu Inggris, Barnum bertemu dengan penyanyi populer dari dataran Eropa, Jenny Lind (Rebecca Ferguson). Atas kepopuleran suara dan kecantikannya, Barnum pun melihat akan peluang bisnis yang menakjubkan. Akhirnya Lind pun dibawa ke Amerika untuk konser pertamanya dan menuai hits besar yang kemudian menjalani tour Amerikanya bersama Barnum.
Sayangnya, kedekatan kesuksesan antara Lind dan Barnum seketika menjadi bencana saat Barnum menolak ajakan Lind untuk merayakan kesuksesan tour mereka. Barnum memilih untuk pulang. Di sinilah bencana itu berurutan, sebelum Barnum pulang ke rumahnya, keduanya pun terpublis media masa saat Lind mencium Barnum di atas panggung, gedung sirkusnya pun dibakar oleh preman setempat yang tidak menyukai pendatang dan penampilan orang-orang 'aneh' yang dibawa Barnum.
Foto berciuman di media masa pun akhirnya terlihat oleh istri Barnum, ia merasa sakit hati dan memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya. Ditambah lagi, rumah mewahnya pun disita oleh Bank atas kebangkrutannya. Namun cerita tidak hanya sampai di sini. Apakah mereka akan membawa kembali keluarganya pada sebuah mimpi yang indah? Apakah Barmun dapat kembali membangun sirkusnya yang sudah runtuh? Semua akan dapat Anda temukan jawabannya. Film ini sungguh sangat sayang jika dilewatkan.

Membawa Kebahagiaan
Sesuai dengan judulnya, The Greatest Showman benar-benar menjadi film penuh aksi panggung. Bill Condon sebagai salah satu penulis naskah memang tidak dapat diragukan lagi, ia merupakan figur berpengalaman dalam bidang drama musikal dan pernah sukses merangkai narasi untuk film pemenang oskar Chicago (2002), kemudian adaptasi layar lebar Dreamgirls (2006), dan film live action fenomenal Beauty and the Beast (2017).
Sesuai dengan judulnya, The Greatest Showman benar-benar menjadi film penuh aksi panggung. Bill Condon sebagai salah satu penulis naskah memang tidak dapat diragukan lagi, ia merupakan figur berpengalaman dalam bidang drama musikal dan pernah sukses merangkai narasi untuk film pemenang oskar Chicago (2002), kemudian adaptasi layar lebar Dreamgirls (2006), dan film live action fenomenal Beauty and the Beast (2017).
Kolaborasi Bill Condon dan Sang sutradara Michael Gracey pun mampu mebawa penonton terus dibawa pada sikap yang optimis. Keduanya mampu mengarahkan deretan adegan musikal dengan indah. Sinematografinya baik kemudian tata musiknya dramatis. Sehingga penonton akan dibawa hanyut dengan lantunan lagu-lagu yang menyentuh dan menyenangkan.
Dalam alur film ini, penonton tidak akan dibawa pada sebuah alur yang menyedihkan, semua berjalan dengan cepat dan menampilkan cerita-cerita yang membawa kebahagiaan dan optimisme. Keterpurukan Barmun yang penuh lika-liku tergambarkan hanya sekilas. Sehingga Anda akan terus dibawa pada sikap yang optimis untuk meraih kebahagiaan dan mimpi.
Untuk musik, Pasek & Paul kembali menunjukan kemampuan mereka setelah sukses menulis lirik soundtrack La La Land. Lagu-lagunya enak didengar dan sesuai dengan cerita film. Adegan favorit adalah saat Hugh Jackman dan Zac Efron menyanyikan The Other Side serta ajang pembuktian pemain sirkus lewat This Is Me.
Para pemain The Greatest Showmanjuga memperlihatkan keseimbangan antara akting dan aksi panggung. Mereka membawakan kedua elemen tersebut dengan sama baiknya. Lagu-lagu itu diantaranya, “The Greatest Show”, “A Million Dreams”, “A Million Dreams (reprise)”, “Come Alive”, “The Other Side”, “Never Enough”, “This is Me”, “Rewrite the Stars”, “Tightrope”, “Never Enough (reprise)”, dan “From Now On”.Cobalah dengarkan, dan Anda akan dibawa pada sebuah situasi yang menghanyutkan.
Sampai disini cerita tentang Sejarah PT.Barnum yang di film kan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar