Merupakan seorang navigator
handal, Christopher Columbus dikenal sebagai pelaut Eropa yang menemukan rute
ke Benua Amerika. Dia melakukan empat kali penjelajahan melintasi Atlantik
antara 1492 hingga 1504, dan singgah di Kepulauan Karibia. Namanya dikenal
sebagai penemu "Dunia Baru". Sebuah istilah bagi pendudukan dan
eksplorasi Eropa yang dilakukan di Benua Amerika. Dilansir dari berbagai
sumber, berikut merupakan biografi dari pelaut yang berasal dari Republik
Genoa, Italia tersebut.
1. Masa Kecil Columbus (ejaan Italia Cristoforo Colombo)
dilahirkan pada 31 Oktober 1451 di Genoa.
Ayahnya, Domenico Colombo, merupakan seorang pedagang wol. Ketika remaja,
Columbus mendapat pekerjaan sebagai awak di sebuah kapal dagang, dan berada di
laut hingga 1470 ketika kapal dagang asal Perancis menyerang. Kapalnya
tenggelam. Namun dia berhasil lolos dengan berpegangan papan kayu, dan
mengapung hingga sampai ke Lisbon, Portugal. Di Lisbon, Columbus mempelajari
matematika, astronomi, katografi, dan ilmu navigasi. Dia juga membuat rencana
yang bakal mengubah dunia. Di 1473, Columbus magang sebagai agen bisnis di
keluarga-keluarga terpandang Genoa. Antara lain Keluarga Centurione, Di Negro,
dan Spinola. Dia ambil bagian dalam pengiriman kargo berharga ke Rropa Utara.
Kemudian dia pergi menuju Galway, Irlandia sebelum ke Lisbon di 1477. Di sana,
dia bertemu saudaranya, Bartolomeo, dan mereka tinggal hingga 1485. Columbus
lalu menikah dengan putri Gubernur Porto Santo, Bartolomeo Perestrello, Fillipa
Moniz.
2. Penjelajahan Pertama
Di masa Kekaisaran Mongol
berkuasa, orang Eropa bisa bepergian dengan Aman ke Asia untuk melakukan
perdagangan. Namun, tantangan mulai dirasakan pedagang Eropa setelah Kekaisaran
Konstantinopel jatuh ke tangan Kerajaan Ottoman Turki pada 1453. Tantangan itu
kemudian disikapi bangsa Portugis dengan melakukan penjelajahan via laut.
Bartolomeu Dias menemukan Tanjung Harapan di Afrika pada 1488. Namun, Columbus
muda mempunyai ide berbeda. Dia mengusulkan agar penjelajahan dilakukan dari sisi
barat lewat Samudra Atlantik alih-alih menyusuri Afrika. Dalam argumennya,
Columbus berujar kalau lingkar Bumi tidak sebesar yang dibayangkan orang saat
itu. Jadi, perjalanan menggunakan kapal di atas kertas seharusnya adalah hal
mudah. Columbus mengajukan proposal itu ke Inggris dan Portugal. Namun, baru di
1491, rencananya diterima penguasa Spanyol, Raja Ferdinand dari Aragon dan Ratu
Isabella dari Castile.
Setahun kemudian, lewat kontrak yang disepakati keduanya, Columbus diperkenankan untuk mengambil 10 persen dari harta yang dia temukan. Kemudian di setiap daerah baru yang ditemukan, Columbus bakal menjadi gubernur, dan juga status diberikan status kebangsawanan. Baik Columbus dan Ferdinand-Isabella mempunyai tujuan yang sama. Yakni kekuasaan yang besar dan nama yang mashyur. Perjalanan menuju Asia resmi dimulai pada 3 Agustus 1492 dengan menggunakan tiga kapal yang diberi Raja Ferdinand dan Ratu Isabella, Nina, Pinta, dan Santa Maria. Columbus mendarat di kepulauan yang kini bernama Canary. Dia memperbaiki kapal, dan menyuplai perbelakan di Gran Canaria. Kemudian dia bertolak dari San Sebastian de La Gomera, dan pada 12 Oktober 1492, seorang kru bernama Rodrigo de Triana melihat daratan. Dia melaporkan temuannya kepada kapten Pinta, Martin Alonso Pinzon, yang kemudian memberi tahu Columbus via tembakan meriam. Columbus mengonfirmasi pulau itu, dan menamainya San Salvador atau Sang Juru Selamat, pulau tersebut kini dalam wilayah Kepulauan Bahama. Dia bertemu dengan penduduk asli seperti orang Lucayan, Taino, dan Arawak yang semuanya ramah dan menyukai perdamaian. Columbus kemudian menjelajahi timur laut Kuba pada 28 Oktober. Sebulan berselang, Martin Pinzon berinisiatif melakukan ekspedisi hingga ke pulau bernama Babeque. Pinzon melakukan inisiatif itu setelah mendengar dari penduduk asli bahwa kawasan di sana terkenal akan hasil emasnya. Di Hispaniola yang masuk dalam Kepulauan Karibia, kapal Santa Maria mengalami kerusakan parah pada Desember 1492, sehingga terpaksa ditinggalkan. Bangkai kapal tersebut menjadi sasaran meriam dua kapal tersisa untuk memberi hiburan bagi para penduduk asli Bahama. Atas izin kepala suku setempat, Columbus meninggalkan sekitar 39 orang, dan membangun permukiman di La Navidad, wilayah yang kini masuk ke dalam Haiti di Maret 1493.
Setahun kemudian, lewat kontrak yang disepakati keduanya, Columbus diperkenankan untuk mengambil 10 persen dari harta yang dia temukan. Kemudian di setiap daerah baru yang ditemukan, Columbus bakal menjadi gubernur, dan juga status diberikan status kebangsawanan. Baik Columbus dan Ferdinand-Isabella mempunyai tujuan yang sama. Yakni kekuasaan yang besar dan nama yang mashyur. Perjalanan menuju Asia resmi dimulai pada 3 Agustus 1492 dengan menggunakan tiga kapal yang diberi Raja Ferdinand dan Ratu Isabella, Nina, Pinta, dan Santa Maria. Columbus mendarat di kepulauan yang kini bernama Canary. Dia memperbaiki kapal, dan menyuplai perbelakan di Gran Canaria. Kemudian dia bertolak dari San Sebastian de La Gomera, dan pada 12 Oktober 1492, seorang kru bernama Rodrigo de Triana melihat daratan. Dia melaporkan temuannya kepada kapten Pinta, Martin Alonso Pinzon, yang kemudian memberi tahu Columbus via tembakan meriam. Columbus mengonfirmasi pulau itu, dan menamainya San Salvador atau Sang Juru Selamat, pulau tersebut kini dalam wilayah Kepulauan Bahama. Dia bertemu dengan penduduk asli seperti orang Lucayan, Taino, dan Arawak yang semuanya ramah dan menyukai perdamaian. Columbus kemudian menjelajahi timur laut Kuba pada 28 Oktober. Sebulan berselang, Martin Pinzon berinisiatif melakukan ekspedisi hingga ke pulau bernama Babeque. Pinzon melakukan inisiatif itu setelah mendengar dari penduduk asli bahwa kawasan di sana terkenal akan hasil emasnya. Di Hispaniola yang masuk dalam Kepulauan Karibia, kapal Santa Maria mengalami kerusakan parah pada Desember 1492, sehingga terpaksa ditinggalkan. Bangkai kapal tersebut menjadi sasaran meriam dua kapal tersisa untuk memberi hiburan bagi para penduduk asli Bahama. Atas izin kepala suku setempat, Columbus meninggalkan sekitar 39 orang, dan membangun permukiman di La Navidad, wilayah yang kini masuk ke dalam Haiti di Maret 1493.
3. Penjelajahan Selanjutnya
Enam bulan kemudian,
Columbus kembali ke Amerika. Tiba di La Navidad, dia melihat permukiman yang
dibangun hancur tanpa diketahui penyebabnya. Dia lalu meninggalkan dua
saudaranya, Bartolomeo dan Diego, di La Navidad untuk membangun kembali kawasan
tersebut. Columbus lalu bertolak ke barat, dan melakukan ekspedisi untuk
menemukan emas, barang berharga, maupun rempah-rempah. Sebagai bagian dari
janjinya kepada Ratu Isabella, Columbus mengirim 500 budak sebagai hadiah.
Namun, pemberian tersebut membuat sang ratu merasa ngeri. Menurut dia, para
budak yang ditemukan Columbus tidak boleh dijadikan budak. Karena itu, dia
kemudian mengembalikan pemberian itu. Di Mei 1498, Columbus berlayar melintasi
Samudra Atlantik untuk ketiga kalinya, mengunjungi Trinidad dan daratan utama
Amerika Selatan sebelum kembali ke La Navidad. Di La Navidad, Columbus harus
memadamkan pemberontakan yang dilakukan koloni melawan dua saudara Columbus
yang dianggap brutal dan salah mengelola wilayah. KOndisinya yang begitu parah
membuat Spanyol terpaksa mengirim gubernur baru untuk memulihkan keadaan.
Columbus ditangkap, dan dipulangkan paksa ke Spanyol.
4. Tuduhan atas Perilaku Sewenang-wenang
Pada Oktober 1499, Raja
Ferdinand dan Ratu Isabella mendengar kabar kalau Columbus dituduh sebagai
pemimpin yang inkompeten dan tiran. Mereka merespon dengan mengirim Francisco
de Bobadilla untuk menggantikan Columbus. Dia sampai ketika Columbus tengah
melaksanakan ekspedisi ketiga. Sesampainya di ibu kota Santo Domingo,
Bobadillal langsung menerima keluhan dari warga koloni mengenai kekejaman yang
dilakukan Columbus dan saudaranya. Bobadilla kemudian menyampaikan kepada raja
kalau Columbus diduga menyiksa, dan membunuh orang yang tidak disukai, lalu
memutilasinya. Mendengar laporan Bobadilla, Columbus dan saudaranya langsung
ditangkap atas tuduhan penyalahgunaan wewenang sebagai gubernur. Mereka
dipenjara selama enam pekan sebeum kemudian dibebaskan. Tak lama kemudian,
mereka dipanggil ke istana untuk mendengarkan pembelaan mereka. Di 1502,
Columbus dibebaskan dari segala tuduhan. Namun, konsekuensinya, gelar
kebangsawanan serta jabatannya sebagai Gubernur Hindia Barat dicabut
5. Penjelajahan Terakhir
Columbus mengajukan
permintaan kepada Raja Ferdinand agar diizinkan melakukan satu penjelajahan
lagi. Permintaan itu disetujui. Pada 11 Mei 1502, dia melepas sauh dari Cadiz
degan tujuan mencari Selat Malaka berbekal empat kapal di bawah bendera utama
Santa Maria. Badai menghantam Columbus dan kru-nya sehingga mereka terpaksa
merapat ke Hispaniola pada 29 Juni 1502. Namun, gubernur yang baru menolaknya.
Setelah berhenti di Jamaika, Columbus berlayar menuju Amerika Tengah, dan
sampai di Isla de Pinos atau Gunaja yang terletak di Honduras pada 30 Juli
1502. 14 Agustus 1502, dia mendarat di Puerto Castilla, dan menghabiskan dua
bulan untuk menjelajahi Honduras, Nikaragua, dan Kosta Rika, sebelum sampai di
Almirante, Panama, pada 16 Oktober 1502. Di Panama, Columbus mendengar
dari Ngobe adanya emas dan selat yang menuju ke kawasan perairan lain. Namun,
dia diperingatkan kaum Quibian untuk tidak melintasi wilayah mereka. 6 April
1503, kapalnya terdampar di Sungai Belen. Di saat bersamaa, garnisun yang dia
dirikan pada Januari diserang oleh Quibian. Keberuntungan makin tidak memihak
Columbus dan kru-nya setelah kapal mereka rusak terkena cacing kapal akibat
berlayar di perairan tropis. Columbus meninggalkan Hispaniola menuju ke utara
pada 16 April 1503. Di 10 Mei, dia menemukan Kepulauan Cayman, dan menamainya
Las Tortugas. Kapal mereka yang kerusakannya semakin parah memaksanya untuk
mendarat di St Ann's Bay, Jamaika, pada 25 Juni 1503. Selama setahun, Columbus
dan anak buahnya bertahan di Jamaika. Seorang awak bernama Diego Mendez
kemudian membuat kano demi meminta bantuan ke Hispaniola. Namun, gubernur yang
baru, Nicolas de Ovando y Caceres, menolak mentah-mentah permintaan itu, dan
menghalangi setiap bantuan yang hendak diberikan. Columbus terpaksa memutar
otak agar anak buahnya tidak mati kelaparan. Dia lalu mengandalkan bantuan dari
para penduduk asli Jamaika. Caranya, dia memprediksi bakal terjadi gerhana
bulan pada 29 Februari 1504 menggunakan daftar perbintangan yang disusun
Abraham Zacuto. Bantuan akhirnya datang, di mana Columbus dan anak buahnya
kemudian tiba dengan selamat di Sanlucar, Spanyol, pada 7 November 1504.
6. Kematian
Saat masa penjelajahan
pertama, Columbus yang sudah berusia 41 tahun menderita suatu penyakit yang
diduga encok. Beberapa tahun sesudahnya, dia menderita flu dan demam yang
menyebabkan terjadi pendarahan di matanya, dan encok yang semakin sering
melanda. Pada 20 Mei 1506, Columbus meninggal dunia di Valladolid dalam usia 54
tahun. Jenazahnya awalnya dikuburkan di Valladolid. Kemudian, dipindah ke
pemakaman La Cartuja di Seville atas permintaan putra Columbus, Diego Colon
yang menjadi Gubernur Hispaniola. Pada 1542, jenazahnya dipindahkan ke Colonial
Santo Domingo di Republik Dominika. Kemudian bergeser ke Havana, Kuba, ketika
Spanyol menyerang Hispaniola. Saat pecah Perang Spanyol-Amerika Serikat di
1898, jenazah Columbus kemudian dikembalikan ke Spanyol, dan dimakamkan di
Katedral Seville.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar