Kamis, 01 November 2018

Puisi Ir.Sukarno

Dikantongi oleh Tuhan

Tatkala ibumu masih perawan
bapak masih perjaka
Lantas kita menjawab
“Yah, kami waktu itu dikantongi Tuhan
Dikantongi oleh Tuhan.”

Maka pada satu saat Tuhan ini
ingin meng-gumelar-kan kita ke dunia
Bagaimana caranya
apa diambil kantong Tuhan
Kemudian … dijatuhkan dari langit?
Tidak!
Tuhan lantas menjodohkan
Seorang pria dan seorang wanita
Tuhan yang menjodohkan

Saya tempo hari berkata
jodoh itu adalah hak Tuhan
Mati hak Tuhan
Jodoh hak Tuhan
Lahir hak Tuhan
Tuhan menjodohkan seorang pria dan seorang wanita

Pria dan wanita ini kataku
jadikan dapur dari Tuhan
Dapur untuk meng-gumelar-kan kita di dunia

Nah, kita diprocotkan tidak di langit
tidak di laut
tetapi di procotkan di tanah air ini
Yang dari tanah air inilah kita, saudara-saudara
dapat makanan
yang dari tanah air inilah
kita dapat minuman
yang dari tanah air inilah
kita menghirup hawanya yang segar

Pendek kata
tanah airlah tempat kita
dari masih bayi merah itu
tumbuh menjadi manusia yang dewasa sekarang
karena itu maka lantas aku mengambil konklusi
hai, manusia, cintailah Tuhan
yang dulu mengantongi engkau
Cintailah ibu-bapakmu
dapur yang dibuat Tuhan
untuk meng-gumelar-kan engkau
Cintailah tanah air yang di tempat itu
engkau dapat minum, makan dan lain sebagainya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar