Jumat, 02 November 2018

Sejarah dan Perkembangan Google Play Store

Tujuh tahun yang lalu, tepatnya pada 6 Maret 2012, Google membuat perubahan besar untuk Android dengan menggabungkan semua layanan konten digital miliknya ke dalam satu platform yang disebut Google Play Store.
Sebelumnya, untuk mendownload aplikasi, game, dan film, pengguna Android harus mengakses melalui Android Market. Sementara untuk konten musik/lagu kamu bisa mendapatkannya di Google Music, dan untuk buku elektronik melalui Google eBookstore.
Artikel ini akan mengupas sejarah singkat tentang Google Play yang menggantikan Android Market dan Layanan Musik Google.
:: Android Market
Android Market ‘lepas landas’ pada tahun 2008 sebagai cara bagi pengguna Android untuk mendownload aplikasi dan game. Selanjutnya Google melahirkan eBookstore pada tahun 2010 dan Google Music pada tahun 2011.
Mempunyai beberapa toko digital, jelas menyebabkan kebingungan, dan akhirnya raksasa mesin pencari pun menyatukannya dalam Google Play. Google juga menyatakan bahwa semua pembeliaan melalui Google Play berbasis Cloud.
Artinya, kamu tidak perlu khawatir kehilangan aplikasi yang telah kamu beli meskipun gonta-ganti smartphone atau tablet Android. Nah, pada peluncuran pertama Google Play, toko aplikasi digital ini memiliki 450.000 aplikasi dan game Android.
:: Perbaikan dan Perubahan: 2012-2015
Berikutnya Google melakukan terobosan baru, yakni kartu fisik Google Play Gift, sebagai solusi untuk pengguna Android yang tidak memiliki kartu kredit agar tetap bisa membeli aplikasi.
Ada beberapa cara pengguna Android di Indonesia untuk membeli aplikasi di Google Play Store. Selain bisa menggunakan kartu kredit dan potong pulsa operator, Google akhirnya merilis voucher digital Google Play Gift Card dengan mata uang IDR.
Kemudian pada bulan Mei 2014, Google membuat beberapa perubahan, termasuk menambahkan beberapa informasi tambahan pada setiap daftar aplikasi, seperti rating dan ukuran file.
Berlanjut pada bulan Juli, Google Play Store mendapat perombakan besar-besaran dengan sentuhan bahasa Material Design.
Pada bulan Maret 2015, Google memutuskan untuk memisahkan penjualan hardware (perangkat keras) keluar dari Play Store. Jadi, hanya untuk men-download dan membeli konten digital saja.
Bulan Oktober 2015, Google melakukan renovasi besar lainnya yang membuat tampilannya lebih tertata rapi. Seperti ketersediaan banner di menu utama dan membagi konten dalam dua kategori besar, yakni Apps & Games serta Entertainment
: Perubahan di Tahun 2015-2017
Semua ikon aplikasi di Google Play didesain ulang di April 2016, sehingga selaras dengan tampilan Play Store yang baru. Bulan berikutnya yakni Mei, Google mengumumkan hal besar bahwa Google Play Store dan aplikasi Android akan tersedia di laptop Chromebook berbasis Chrome OS. Google menekankan kembali bahwa semua Chromebook yang dirilis pada tahun 2017 bisa menjalankan aplikasi Android.
Di event Google I/O 2017 yang berlangsung tanggal 17 – 19 Mei 2017 lalu, Google resmi meluncurkan “Google Play Protect” yang merupakan security suite terintegrasi yang menyatukan sistem keamanan Android seperti verifikasi Apps, perlindungan browser dan langkah-langkah anti-pencurian. Teknologi keamanan untuk perangkat Android yang lebih baru ini akan menscanning di Google Play Store secara otomatis sebelum pengguna mendownload aplikasi dan memastikan jika aplikasi tersebut telah mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Google.
Terhitung mulai 30 Juni 2017, Google mengumumkan akan menarik dukungannya untuk Android Market pada perangkat yang menjalankan OS Android 2.1 Eclair atau yang sebelumnya. Dengan demikian, perangkat yang menjalankan Android 2.1 Eclair atau lebih rendah tidak akan lagi dapat mengakses, atau menginstal aplikasi dari Android Market.
Google juga terus berusaha mengembangkan antarmuka Play Store. Pada bulan November, menambahkan bagian Trending yang mencakup topik hangat saat ini di industri hiburan. Google juga punya sistem yang lebih canggih menindak aplikasi yang menggunakan cara curang seperti review palsu untuk meningkatkan jumlah download.
Meskipun ada beberapa toko aplikasi pihak ketiga yang tersedia untuk Android, tak satu pun dari mereka yang sepadan dengan Play Store. Menurut perusahaan riset AppBrain mengklaim bahwa sekarang ada lebih dari 2,77 juta aplikasi dan game di Play Store. Itu bahkan tidak termasuk film, musik, dan ebook.
Dalam posting blog Google sendiri menyatakan bahwa hingga Maret 2017 Google Play Store memiliki 1 miliar pengguna aktif di 190 negara. Meski begitu, masih banyak pekerjaan rumah yang menunggu. Sebut saja, kualitas aplikasi yang masih belum sebanding dengan Apple App Store dan juga masalah keamanan, di mana masih banyak ditemukan malware.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar